Tampilkan postingan dengan label Bantahan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bantahan. Tampilkan semua postingan

Pernyataan Aimmah Dakwah

0 komentar,
PRIHAL KEJAHILAN DI DALAM  SYIRIK AKBAR
(AL MUTAMMIMAH LI KALAAM AIMMATID DAKWAH FI MAS-ALATIL JAHLI FISY SYIRKIL AKBAR)
Oleh: Syaikh Ali Al Khudlair
Alih Bahasa: Abu Sulaiman
BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM
Segala puji hanya bagi Allah Rabbul ‘Alamin, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi dan Rasul yang paling agung Nabi kita Muhammad, kepada keluarganya dan para sahabat seluruhnya,
Wa ba’du:

BANTAHAN TERHADAP PAHAM IMAN HIZBUT TAHRIR

0 komentar,
Oleh: Syaikh Abu Muhammad Al Maqdisiy
Penterjemah: Abu Sulaiman
Bismillahirrahmanirrahiim
Segala puji hanya bagi Allah, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Rasulullah…
Ketahuilah ─semoga Allah merahmatimu─ bahwa sebagian ikhwan muwahhidin di penjara Sawaqah telah menyodorkan kepada kami di akhir bulan Dzul Hujjah tahun 1416 H lembaran-lembaran yang berjudul “Al Iman” yang ditulis oleh seorang narapidana yang berasal dari Hazbut Tahrir (HT) yang dipanggil Abu ‘Adil Shubh Shurshur.

Pembelaan Terhadap Hathib Ibnu Abi Balta’ah Dan Abu Lubabah Yang Difitnah Oleh Para Pembela Thaghut

0 komentar,
Oleh: Syaikh Al Mujahid Abu Muhammad Al Maqdisiy hafidzahullaah
Bantahan Terhadap Orang yang Mengada-ada Terhadap Sahabat Hathib
Ketahuilah mudah-mudahan Allah ta’ala merahmatimu bahwa telah sampai kepada kami pengambilan hujjah sebagian orang-orang yang membela-bela aparatur undang-undang dengan syubhat yang telah kuno yang saling diwariskan oleh kalangan murjiah, sebagian mereka dari sebagain yang lainnya, dalam rangka melegalkan kebatilan Asaakirusy Syirki (aparatur kemusyrikan),[1] dan dalam rangka membuatkan tambalan bagi mereka serta dalam rangka menolak pengkafiran mereka dan pencapan mereka sebagai kaum musyrikin…. Dan sybhat itu adalah kisah seorang sahabat yang agung yang mengikuti perang Badar Hathib Ibnu Abi Balta’ah radliallahu’anhu tatkala mengirim surat kepada Quraisy ditahun penaklukan Mekkah sembari memberitahu mereka tentang niat Rosulullah shalallaahu ‘alaihi wassallam untuk berangkat menyerang mereka.

Bantahan Atas Fatwa Bin Baz yang Sesat dan Menyesatkan

0 komentar,
Oleh: Asy Syaikh Al Mujahid Abdul Qadir Abdul AzizFakallahu ‘Asrah
…Saya menyebutkan faidah ini dengan sebab fatwa salah satu Syaikh masa sekarang yang telah saya baca, yaitu Syaikh Abdul Aziz Ibnu Baz, dimana didalamnya ia membolehkan bagi orang muslim mencalonkan diri untuk menjadi anggota Parlemen Legislatif di negara-negara yang dihukumi dengan Qawanin Wadli’iyyah dengan niat dakwah ilallah di parlemen-parlemen ini dan yang serupa dengannya. Dan dia berdalil dengan hadits: “Sesungguhnya amalan itu tergantung niat”. Sungguh telah ada dalam majalah Liwaa-ul Islam, Vol.11/ 1409 H, hal: 7 dimulhaq ucapan berikut ini: [Tidak apa-apa bergabung dengan Majelis Rakyat] sebagai jawaban terhadap pertanyaan tentang keabsahan pencalonan diri untuk Majelis Rakyat, dan Hukum Islam tentang pencoblosan kartu suara pemilu dengan niat memilih para du’at ikhwan yang beragama dengan baik untuk majelis itu, maka Syaikh Abdul Aziz Bin Baz memfatwakan dengan ucapannya: [sesungguhnya Nabi Shalallahu 'alaihi wa sallam berkata: “Sesungguhnya amalan itu tergantung niatnya, dan bagi setiap orang itu adalah apa yang dia niatkan” Oleh sebab itu tidak apa-apa bergabung dengan Majelis Rakyat bila maksud dari hal itu adalah dukungan terhadap Al Haq dan tidak menyetujui terhadap kebathilan, karena dalam hal itu terdapat pembelaan kebenaran dan kebergabungan kepada du’at ilallah sebagaimana tidak apa-apa pula memberikan suara yang dengannya ia memilih para du’at yang shaleh serta mendukung Al Haq dan para pemeluknya. Wallahu Waliyyul Taufiq.]Bantahan Terhadap Fatwa Ibnu Baz Yang Sesat Lagi Menyesatkan Karena Dibangun Diatas Kejahilan Terhadap Realita Demokrasi & Kekafiran Orang Yang Masuk Majelis Syirik Demokrasi Demi Mashlahat Dakwah

Bantahan Atas Syaikh Al-Bani (Bagian Satu)

0 komentar,
Telah kami lihat di antara pengaruh dari metode syaikh ini, banyak pemuda-pemuda yang mengikuti syaikh dan metode beliau, melihat para penguasa sekuler yang merubah syariat Allah sebagai ulil amri (penguasa) yang wajib kita dengar dan kita taati dan bahwa keluar dari ketaatan kepada mereka layaknya keluar dari penguasa-penguasa umat Islam masa awal dahulu. Sebaliknya, kami melihat mereka melihat saudara-saudara mereka yang memusuhi penguasa tadi layaknya Khawarij ahli bid’ah, tidak layak disikapi selain dengan celaan dan cercaan, bahkan barangkali sebagian berpendapat lebih jauh lagi dengan meminta penguasa memusuhi mereka dan lain sebagainya.

Bantahan Atas Syaikh Al-Bani (Bagian Dua)

0 komentar,
6 February 2007 • 17:19
Syaikh Al Albani telah menganggap atsar Ibnu Abbas sebagai satu-satunya pendapat salaf dan para ulama tafsir, bahkan pendapat seluruh firqah najiyah dalam masalah ini. Namun realita berkata lain, karena telah nyata adanya perbedaan pendapat di antara ulama salaf dalam masalah ini. Sebagian di antara mereka membawanya kepada kekufuran akbar tanpa merincinya.

Bantahan Atas Syaikh Al-Bani (Bagian Tiga)

0 komentar,

Duhai alangkah besarnya pintu yang terbuka bagi orang-orang yang melalaikan perintah-perintah Allah. Dikatakan kepada mereka —menurut pendapat Syekh Al Albani ini—, ”Karena kalian pelaku maksiat dan melalaikan kewajiban-kewajiban syar`i, maka kami cukupkan kalian dengan menggugurkan kewajiban i`dad, terlebih lagi kewajiban jihad, kalian tak terkena kewajiban jihad. Karena selama seseorang tak terkena kewajiban i`dad ia tidak terkena kewajiban jihad”. Bahkan saya telah mendengar sebuah kaset Syaikh sejak beberapa tahun yang lalu. Dalam kaset tersebut Syaikh juga menyatakan gugurnya kewajiban jihad. sayang sekali kaset tersebut saat ini tidak ada di sisiku, sehingga saya tidak bisa menuliskan ucapan beliau.Yang benar jihad dan i`dad untuk melaksanakan jihad merupakan dua kewajiban syar`i, untuk melakukannya seseorang tidak disyariatkan harus lepas dari dosa dan maksiat. Perintah untuk jihad dan i`dad merupakan perintah mutlaq tanpa syarat yang disebutkan oleh Syaikh Al Albani ini. Pada masa salafus sholeh, orang-orang berjihad padahal pada dirinya belum terkumpul dan terpenuhi syarat-syarat yang disebutkan oleh Syaikh Al Albani.